Teatro La Fenice Venezia, Gedung Opera yang Berulang Kali Bangkit dari Api
Daftar isi
Bicara soal gedung opera legendaris di Eropa, kurang lengkap rasanya jika tidak menyebut Teatro La Fenice Venezia. Hal ini karena gedung opera tersebut pernah beberapa kali dilahap api. Gedung berhasil bangkit bukan hanya satu kali, tapi hingga dua kali.
Beberapa maestro opera terkenal seperti Gioachino Rossini, Gaetano Donizetti, dan Giuseppe Verdi pun melakukan debut di gedung opera di Venesia ini. Jadi tidak heran jika ada banyak orang yang ingin tahu sejarah singkat dan aktivitas menarik di sini.

Sejarah Teatro La Fenice Venezia
Singkatnya, sejarah Teatro La Fenice Venezia dimulai pada akhir abad ke-18, tepatnya saat gedung resmi berdiri dan beroperasi pada tanggal 16 Mei 1792. Hari tersebut bertepatan dengan hari Perayaan Kenaikan (Fèsta de la Sènsa) yang penting bagi Kota Venesia.
Hal ini karena pada Fèsta de la Sènsa, masyarakat sekitar merayakan perayaan pernikahan antara Kota Venesia dengan lautan. Eksistensi La Fenice pun tidak kalah penting bagi mereka, mengingat gedung ini adalah salah satu gedung opera tertua di Venesia.
Meskipun baru resmi beroperasi pada tahun 1792, namun proses pembangunan gedung sudah berlangsung sejak tahun 1789. Karena itu, saat api melahap gedung ini, masyarakat Venice tidak menyerah begitu saja. Gedung pun berhasil bangkit berkali-kali.
Desain gedungnya terlihat megah dan mewah, mencerminkan keempat elemen paling penting dalam kehidupan, yaitu air, cahaya, api, dan udara. Teatro La Fenice adalah dedikasi untuk Apollo, sang dewa musik, puisi, cahaya, ramalan, panahan, dan medis.
Aktivitas Menarik di Teatro La Fenice
Ada banyak alasan kenapa Anda harus meluangkan waktu untuk berkunjung ke gedung opera ini ketika liburan ke Venesia, yaitu:
1. Menonton Opera
Karena merupakan gedung opera, maka aktivitas utama yang bisa Anda lakukan di Teatro La Fenice adalah menonton opera. Hanya saja, pastikan Anda melihat-lihat dulu Teatro La Fenice Venezia programme agar tahu pertunjukan apa saja yang sedang berlangsung.
Sebagai gambaran, di bulan November 2026 nanti akan ada pertunjukan opera dari Fedora. Sedangkan pada bulan Januari 2027 tahun depan, Anda bisa menyaksikan penampilan opera dari Piccolo orso e la montagna di ghiaccio dan Madama Butterfly.
Selain opera, Anda juga bisa menyaksikan beberapa pertunjukan balet dan sinfoni di gedung ini. Karena itu, selalu cek jadwal pertunjukan di La Fenice sebelum Anda merencanakan kunjungan. Cek juga harga tiketnya karena akan berbeda untuk setiap pertunjukan.
Meskipun harga tiketnya berbeda, namun etiket dan dress code La Fenice akan tetap sama. Untuk pengalaman terbaik, Anda harus memakai pakaian formal yang rapi selama pembukaan musim opera dan konser, seperti setelan jas, evening dress, dan lain-lain.
Khusus untuk tanggal-tanggal lain setelah pembukaan, seperti pertunjukan ulang dan pertunjukan sore, Anda bisa memakai baju yang lebih santai atau casual. Menariknya, Anda bahkan bahkan bisa menggunakan celana denim atau jeans saat menonton pertunjukan.
Hanya saja, hindari memakai celana pendek, tank top, dan sandal jepit karena Anda tidak boleh memasuki auditorium. Hal ini jelas merugikan karena Anda tidak bisa membalikan tiket dan melakukan refund, sehingga tiketnya akan hangus dan tidak terpakai.
2. Tur Teater
Selain menonton opera, masih ada aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan di sini, yaitu tur teater. Anda bisa menyaksikan rahasia teater dan para bintang yang sempat tampil di sini. Sejarah dari awal gedung opera berdiri hingga sekarang pun bisa Anda pelajari.
Harga tiketnya adalah €12,00 untuk harga normal, namun Anda bisa membeli paket untuk keluarga jika berkunjung bersama suami, istri, dan anak-anak. Harganya dari €25,00 hingga €40,00, tergantung apakah Anda hanya memiliki 1 orang anak hingga 4 orang anak.
Selain itu, ada pilihan tur eksklusif dan privat, dengan guide profesional. Selama jeda pertunjukan, Anda bisa mencicipi koktail di Sale Apollinee (khusus grup minimal 12 orang). Harganya dari €52.00 hingga €72,00, belum termasuk pajak dan tiket pertunjukan.




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.